5 Wanita Cantik Terkaya dan Paling Berpengaruh di Indonesia

Siapa yang bilang, hanya pria saja yang bisa meraih kesuksesan. Kini, wanita juga bisa meraih kesuksesan karier-nya. Bahkan ada sejumlah wanita mampu memberikan pengaruh besar pada negaranya ataupun dunia.

Dunia baru saja memperingati Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret lalu. Tidak ada salahnya menengok kembali wanita-wanita berpengaruh yang masuk ke dalam deretan orang terkaya. Berikut wanita-wanita asal Indonesia yang berhasil masuk ke daftar orang terkaya dan paling berpengaruh versi Majalah Forbes:

Kartini Muljadi

Kartini Muljadi berhasil menduduki peringkat ke-48 orang terkaya di Indonesia tahun 2019 versi Majalah Forbes. Kekayaan Kartini ditaksir mencapai USD630 juta atau setara dengan Rp9,07 triliun. Kekayaan Kartini berasal dari berbagai sumber, salah satunya dari kantor hukum, Muljadi & Rekan pada tahun 1990.

Tidak hanya itu, ketiga anak Kartini juga dikenal sebagai pengusaha sukses. Ketiganya juga memiliki peran penting di kantor milik sang ibu, yakni membantu proses pendiriannya. Anak laki-lakinya, Richard Muljadi dikenal sebagai pemilik perusahaan industri XINTAI - Well head & X - Mastree, Varel Drilling Bits, CORPRO SYSTEM Ltd. Coring services, dan Downhole Products. Anak laki-laki lainnya yang bernama Handojo Muljadi juga dikenal sebagai pemilik dari Tempo Scan Group. Sementara, anak perempuannya, Dian Muljadi turut bergabung di Tempo Scan.

Arini Subianto

Kemudian ada Arini Subianto dalam daftar orang terkaya. Menurut Majalah Forbes, Arini menduduki peringkat ke-49 dengan kekayaan ditaksir mencapai USD600 juta atau setara dengan Rp8,62 triliun. Arini merupakan anak sulung dari tiga bersaudara sekaligus putri dari Benny Subianto.

Bagi yang belum tahu, Benny Subianto merupakan pengusaha yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Astra Internasional pada tahun 1988 dan menjadi pemilik saham Adaro Energy sejak tahun 2005. Sejak Benny meninggal dunia Januari 2017 lalu, Arini lah yang akhirnya mengambil alih perusahaan sang ayah.

Kini, Arini Subianto menjabat sebagai Direktur Utama Persada Capital Investama, induk perusahaan keluarga Subianto. Arini juga mengawasi langsung perusahaan investasi tersebut mulai di sektor produk pengolahan kayu, minyak sawit, pengelolaan karet hingga batu bara.

Ditulis oleh Forbes, portofolio Persada kini mencakup 11 persen saham di Adaro Energy. Hobi pada buku dan kado membuat Arini membangun toko buku bersama teman sekolahnya pada tahun 2003 silam. Toko buku yang diberi nama Aksara ini bahkan bisa dibilang cukup sukses.

Anna Leonita

Karier Anna Leonita kian melambung pada tahun 2011. Saat itu, Anna ditugaskan untuk portofolio investasi di perusahaan asuransi jiwa Indonesia Avrist Assurance. Hanya berselang lima tahun, Anna Leonita kemudian diangkat sebagai Direktur Unit Manajemen Aset Perusahaan Asuransi, tempat dia membangun tim investasinya sendiri.

Hanya dalam setahun, aset yang dikelolanya berhasil naik hingga 169 persen menjadi Rp2,2 triliun. Laba bersih naik 47 persen menjadi Rp249 miliar dari tahun sebelumnya. Tidak hanya itu, pelanggan Avrist Assurance juga naik hampir tiga kali lipat menjadi di bawah 1.000.

Hal tersebut didukung oleh kampanye promosi baru serta skema bonus baru untuk para agen penjualan. Berkat kesuksesannya, Anna diangkat menjadi Presiden Direktur. Menariknya, Anna menjadi Presiden Direktur wanita pertama dalam 44 tahun Avrist berkembang. Dia juga menjadi wanita satu-satunya di dewan perusahaan.

Dian Siswarini

Kemudian ada Dian Siswarini yang masuk ke dalam deretan wanita Indonesia paling berpengaruh di Asia menurut Majalah Forbes. Bagaimana tidak, Dian inilah wanita pertama yang menjalankan perusahaan telekomunikasi besar Indonesia, yaitu XL Axiata.

Pada awalnya saat bekerja sebagai insinyur jaringan, Dian pernah memanjat menara sel hingga 50 meter. Kemudian Dian mengembangkan keahliannya dengan bekerja menguasai cara mengelola bisnis digital. Wanita berkacamata ini menyebut strateginya dengan 3R yaitu, pembenahan, bangkit dan menciptakan kembali bisnis inti XL Axiata.

Di bawah kepemimpinannya, XL Axiata kini menjual unit telekomunikasi non-inti dan juga menawarkan akses lebih luas dengan layanan data yang terjangkau.Inovasi tersebut lantas membawa XL Axiata memiliki pangsa pasar yang luas dan meningkat hampir 18 persen tahun lalu, dari 10 persen pada 2016 dan mendorong Ebitda 5 persen menjadi USD 601 juta selama di periode yang sama.

Teresa Wibowo

Terakhir ada Teresa Wibowo, ketua dari Ruparupa.com, E-commerce resmi Ace Hardware, Toys Kingdom, Informa Furnishings, Krisbow Indonesia dan Kawan Lama Sejahtera. E-commerce ini dirilis sejak April 2016 lalu.

Meski baru berusia 3 tahun, sejak berdiri perusahaan ini menjadi salah satu situs belanja daring (online marketplace) di Indonesia. Menariknya, perusahaan tersebut berhasil mengombinasi pengalaman belanja online dan konvensional. Salah satu fasilitas yang bisa dinikmati masyarakat adalah STOPS (Store Pick Up Service).

Fasilitas tersebut memungkinkan para pelanggan berbelanja secara online, lalu pesanan bisa diambil di store pilihan yang tersebar di penjuru Indonesia. Keberhasilannya dalam peran ini dinilai sangat penting. Sebab, Kawan Lama kini semakin dihadapkan oleh tekanan dari para pesaing online seperti Tokopedia dan JD.com.

Share
Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

LATEST ARTICLES

Posting Komentar