7 Sebab Mengapa Tubuh Sensitif Ketika Meminum Kopi - Faithsimone

Terbaru

Senin, 29 Juni 2020

7 Sebab Mengapa Tubuh Sensitif Ketika Meminum Kopi

Banyak orang yang mengalami rasa berdebar kencang setelah konsumsi kopi. Beberapa bahkan tidak bisa tidur di malam hari gara-gara secangkir kopi di siang hari. Namun, hal sebaliknya juga bisa terjadi. Banyak juga orang yang tetap bisa tidur dengan nyenyak dan tidak mengalami dampak walau dia baru saja meminum kopi.
7 Sebab Mengapa Tubuh Sensitif Ketika Meminum Kopi
Secara umum, batasa maksimal konsumsi kafein sehari adalah 400 ml bagi orang dewasa. Namun ada juga yang tetap aman walau sudah mengonsumsi dalam jumlah banyak. Sejumlah orang bisa sangat sensitif dengan konsumsi kopi yang mereka miliki. Dilansir dari Huffington Post, berikut sejumlah alasan yang membuat tubuhmu sensitif terhadap kafein.

Tidak Biasa Konsumsi Kopi

Orang-orang yang tidak mengonsumsi kafein secara teratur dan dalam jumlah yang sesuai cenderung akan memiliki respon negatif pada kafein. Ketika seseorang yang tidak terbiasa kopi meminumnya, dampaknya bisa lebih kuat dibanding pada seseorang yang biasa meminumnya.

Penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi kafein secara konsisten mengarah pada penurunan produktivitas otak, namun meningkatkan hormon norepinephrine sehingga suasana hati jadi lebih baik. Fungsi utama norepinefrin adalah mengendalikan siklus istirahat, kewaspadaan dan memori pada saraf pusat.

Genetik

Alasan begitu banyak orang merasa bersemangat setelah mengonsumsi kafein sebenarnya tidak terkait dengan kandungan kafein. Namun, kafein mampu mengikat reseptor adenosin otak yang merupakan sinyal yang menginformasikan pada tubuh untuk beristirahat. Kondisi ini memungkinkan stimulan alami seperti dopamin berfungsi tanpa adanya batasan.

Sensitivitas otak terhadap kafein sangat bervariasi pada setiap orang. Hal ini tergantung pada berapa banyak adenosin seseorang mengikat kafein setelah mengonsumsinya. Orang-orang dengan reseptor yang mengikat kafein lebih efektif cenderung merasa gelisah usai mengonsumsinya. Sejumlah hal ini sangat tergantung pada kondisi genetik seseorang.

Konsumsi Antibiotik Sebelumnya

Antibiotik tertentu seperti obat asma dan echinacea meningkatkan intensitas efek samping kafein yang tidak diinginkan. Sementara antibiotik dan echinacea dapat mengganggu metabolisme kafein, kedua obat tersebut yang beredar melalui tubuh dalam jangka waktu yang lama dan dalam jumlah yang tinggi juga memiliki efek samping seperti kafein. Kombinasi kedua efek inilah yang membuat kamu merasa tidak nyaman.

Gangguan Kecemasan

Bagi kamu yang sedang mengalami gangguan kecemasan, kafein terutama dalam jumlah tinggi justru akan memperparah kondisi kamu. Karena memiliki sifat psikoaktif, pada sejumlah kasus, kafein dapat meningkatkan kecemasan dan gangguan panik, serta menyebabkan insomnia pada mereka yang mudah panik.

Metabolisme Tubuh yang Lambat

Enzim dalam hati yang membantu tubuh memetabolisme kafein dapat bervariasi pada setiap orang. Hal ini yang mempengaruhi tingkat sensitivitas seseorang pada kafein.

Bagi orang-orang yang menghasilkan sedikit enzim metabolisme membutuhkan waktu yang lebih lama untuk membersihkan tubuh. Hal ini yang membuat efek samping berlangsung lebih lama dan membuat kamu merasa tidak nyaman. Dengan kata lain, seseorang dengan metabolisme lambat bisa sangat terpengaruh dengan kafein.

Memiliki Kromosom-Y

Ternyata tubuh memproses kafein berdasarkan jenis kelamin terutama pada Kromosom Y atau pada laki-laki. Sebuah studi dari University of Barcelona menemukan bahwa laki-laki lebih merasakan dampak kafein dibandingkan dengan wanita.

Pil Kontrasepsi

Wanita yang mengonsumsi pil kontrasepsi akan lebih sensitif terhadap efek samping kafein. Menurut sebuah penelitian, wanita muda yang mengonsumsi pil kontrasepsi kehilangan sejumlah mineral penting seperti kalsium, seng dan kalium.

Hal ini terjadi karena komponen aktif dalam metabolisme kafein dibatasi oleh steroid hormon. Ketika nutrisi dalam tubuh hilang, efek samping kafein akan bertahan lama dalam tubuh kamu. Sejumlah hal ini merupakan penyebab munculnya respons negatif tubuh usai mengonsumsi kafein. Oleh karena itu, pada sejumlah orang, kafein ini bisa memiliki dampak yang cukup terasa pada tubuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman